Cukup Lima Menit untuk Selamat


Menyaksikan berbagai kecelakaan kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu membuat kita prihatin. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah ratusan jiwa yang melayang karena kecerobohan pengendara motor dan pengemudi mobil saat melintasi perlintasan.

Berbagai peringatan yang disampaikan, tetap tak membuat mereka luluh untuk menghentikan laju kendaraannya walau sesaat. Demi kecepatan sampai di tempat tujuan, mereka seringkali nekat dan melupakan keselamatan diri dan penumpangnya. Akibatnya bisa diperkirakan, nyawa mereka yang menjadi taruhannya.

Disinilah perlunya kesabaran dan ketaatan dalam berlalu lintas. Kita tidak bisa menyalahkan penjaga kereta api. Kita juga tidak bisa menyalahkan perusahaan kereta yang tidak memasang palang pintu. Yang ada palang pintunya saja, sering kita abaikan, apalagi yang tidak ada. disinilah, kesadaran kita berlalu lintas.

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Tebet, Jakarta. (dok. vivanews)

Padahal, kalau kita mau, cukup meluangkan waktu barang sejenak sekitar lima menit untuk berhenti dan menunggu kereta lewat. Dengan cara itu, insya Allah kita akan selamat. Sangat mudah, cukup lima menit menunggu kereta lewat. Tapi, kita memang terkadang diburu waktu. Supaya cepat sampai di tempat tujuan, supaya tidak tersesat, dan lain sebagainya, sering menjadi alasan dan alibi kita untuk segera berjaan dan memaksakan diri melintasi perlintasan. Ingatlah, ada pepatah Arab mengatakan; ‘Ash-shabru ya’inu ‘ala kulli ‘amalin.” (Kesabaran itu akan menolong setiap pekerjaan).

So, selamatkan diri, waspada dalam berkendaraan, patuhi rambu-rambu lalu lintas, niscaya kita akan selamat. Ingat, sabarlah. Cukup meluangkan waktu lima menit untuk berhenti dan menunggu kereta api lewat, selanjutnya barulah kita mengemudikan kendaraan. Jangan memaksakan diri mengejar waktu kalau nyawa menjadi taruhannya. Terlalu bodoh, kita mengejar sesuatu yang sesuatu itu tidak akan hilang. Kalau hilang, harta masih bisa dicari. Dia tidak akan selamanya pergi. Nyawa lebih penting dari sekadar harta. (syafik).

5 responses to “Cukup Lima Menit untuk Selamat

  1. kayaknya kenal nih foto yang pertama.. pintu perlintasan jagir wonokromo.. di sana memang sering banget orang nerobos palang pintu, padahal jelas2 pintu perlintasan udah ditutup..

  2. KaosInspiratif.com

    entah kenapa orang indonesia pengennya buru2 terus….

  3. sabar menuju keselamatan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s