Marrakesh; Mutiara dari Selatan


Pasar festival di Marrakesh. Tempat sering digunakan untuk menggelar sejumlah kegiatan festival. (www.the-travel.com)

Jika kita mengunjungi Eropa dari daratan Afrika, rasanya tak elok bila tidak singgah atau mengunjungi pusat kerajaan Islam di Maroko. Sebab, negeri ini merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke daratan Eropa. Orang Arab menyebutnya Al-Mamlaka Al-Maghribiya atau Kerajaan Barat. Para ahli sejarah dan geografi Muslim abad pertengahan menjulukinya Al-Maghrib Al-Aqsa. Sedangkan orang Turki memanggilnya Fez. Orang Persia mengenalnya Marrakesh (Tanah Tuhan). Beragam nama itu disandang negara yang kini dikenal dengan nama Maroko.

Secara geografis, Maroko berbatasan dengan AlJazair di bagian timur dan tenggara, Sahara Barat di barat daya, Samudera Atlantik di barat dan Selat Gibraltar di utara. Maroko adalah negeri yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Afrika Utara. Negeri berjuluk Tanah Tuhan itu merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Spanyol, Eropa. Dari Maroko inilah Panglima tentara Muslim, Tariq bin Ziyad menaklukkan Andalusia dan mengibarkan bendera Islam di daratan Eropa.

Marrakesh

Jika sudah berkunjung ke Maroko, maka salah satu kota yang sayang untuk dilewatkan adalah Marrakesh. Marrakesh adalah salah satu kota terbesar di Maroko, seperti Casablanca, Rabat, dan Fez. Marrakesh berarti Mutiara dari Selatan. Disebut demikian, karena keindahan kotanya yang sangat mengagumkan. Selain itu, kota yang terletak di barat daya Maroko ini berada di pegunungan Atlas, sehingga menambah indah pemandangan kota. Marrakesh berasal dari bahasa Berber yang berarti Tanah Tuhan. Dan Kota Marrakesh menjadi simbol bagi kejayaan Maroko.

Marrakesh dibangun pada 1062 M oleh Yusuf bin Tasyfin atau Ibnu Tasyfin dari Dinasti Murabitun. Dinasti ini menguasai Maroko setelah kekuasaan tumbangnya Dinasti Fatimiah di negeri itu. Penguasa Murabitun memilih Marakesh sebagai pusat pemerintahannya yang jauh dari gunung dan sungai. Marrakesh dipilih karena berada di kawasan yang netral di antara dua suku yang bersaing untuk meraih kehormatan untuk menjadi tuan rumah di ibu kota baru itu.

Selama berabad-abad, Marrakesh sangat dikenal dengan ‘seven saint’ atau tujuh orang suci. Ketika sufisme begitu populer semasa kekuasaan Moulay Ismail di Marrakesh sering diadakan festival ‘seven saints’. Pada 1147 M, Marrakesh diambil alih Dinasti Muwahhidun. Pada masa itu, bangunan penduduk dan ibadah dihancurkan. Namun, Dinasti itu kembali merekontruksi seluruh bangunan termasuk pembangunan Masjid Koutoubia dan Menara Gardens – keduanya menjadi landmark kota Marrakesh hingga saat ini.

Kini, Marrakesh menjadi salah satu kota budaya yang dilindungi UNESCO, badan PBB bidang sosial budaya.  Di kota itu banyak berdiri masjid serta madrasah peninggalan masa kejayaan Islam antara lain; Masjid Koutoubia, Madrasah Ben Youssef, Masjid Casbah, Masjid Mansouria, Masjid Bab Doukkala, Masjid Mouassine serta banyak lagi yang lainnya.

Di kota ini juga banyak ditemukan bangunan istana peninggalan kejayaan Islam seperti Istana El Badi, Royal Palace, Istana Bahia serta lainnya. Di Marrakesh juga banyak sentra kerajianan tangan. Sebagai kota tua yang dijadikan obyek wisata, Marrakesh juga banyak memiliki museum seperti; Museum Dar Si Said, Museum Marrakesh, Museum Bert Flint, Museum Islamic Art dan lainnya. (syafik)

3 responses to “Marrakesh; Mutiara dari Selatan

  1. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    http://www.jelajah-nesia.blogspot.com

  2. keren yaaa..
    ada suasana gurun dan dibelakanganya gunung salju..

    mampir gan Fitur Didalam Apple iTV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s