Para Gladiator Lebih Suka Sayuran Dibanding Daging


Kehebatan Gladiator, petarung profesional melawan sesame Gladdiator maupun binatang buas, sudah tak perlu diragukan lagi. Mereka adalah para petarung yang sangat kuat di zaman Romawi Kuno. Kemampuannya dalam menaklukkan lawan-lawannya sering mendapat applause (tepuk tangan) dari penonton. Semakin cepat mengalahkan lawannya, maka tepuk tangan akan semakin membahana dan bergemuruh.

Tubuhnya yang atletis, dada yang bidang, otot-otot yang menonjol, menjadi gambaran tubuh sang Gladiator. Melihat tubuhnya itu, tentu kita akan berpikir bahwa banyak makanan yang mengandung protein dan kalori yang dikonsumsinya.

Ade Rai, binaragawan Indonesia sering menyatakan, untuk membentuk tubuh yang kuat dan berotot, maka dibutuhkan latihan keras yang rutin. Selain itu, tentu saja mengonsumsi banyak sayuran, daging, telor, dan buah-buahan.

Namun, tahukan kalian, ternyata tidak semua Gladiator itu suka makan daging. Lho? Ya, mereka justru lebih suka makan sayur-sayuran. Itu dibuktikan setelah dilakukan rekonstruksi atau penelitian mendalam terhadap tulang-tulang dan kerangka tubuh para Gladiator.

Di Ephesus, Turki, sedikitnya terdapat 60 kuburan Gladiator yang dimakamkan di dekat Kuil Artemis. Dari 60 tubuh Gladiator itu, ternyata hanya satu yang diketahui suka mengonsumsi daging. Sisanya, atau 59 tubuh dari tulang-tulang yang diteliti, menunjukkan bahwa mereka tidak suka dengan daging. Makanan kesukaannya adalah sayuran (vegetarian).

Penelitian dilakukan oleh Grossschmidt dan Fabian Kanz. Secara khusus ia meneliti tulang-tulang para Gladiator. Mulai dari analisis isotopp, kalsium (zat besi), strontium, dan lainnya. “Dibandingkan para penduduk Ephesus, mereka justru lebih banyak makan tanaman daripada protein hewani,” ujar Kanz. “Ini tidak ada hubungannya dengan kemiskinan yang mereka alami,” tambahnya.

Kanz menambahkan, para Gladiator itu justru lebih suka mengonsumi kacang-kacang yang dinilai banyak mengandung karbohidrat, ditambah dengan sejumlah kalsium. “Ini berguna untuk membentuk tulang tetap kuat,” ujarnya.

Menurut Grossschmidt, dalam penelitian yang mereka lakukan terhadap tulang tengkorak para Gladiator itu, banyak retakan yang terdapat di kepala mereka. Namun ia yakin, retakan itu bukan karena kekurangan kalsium, melainkan pukulan benda tumpul atau tajam yang mereka terima saat bertarung melawan musuh-musuhnya. Kendati sebagian menggunakan helm, lanjutnya, hal itu tidak bisa maksimal melindungi kepala dan tubuhnya dari pukulan keras dan sangat fatal yang mereka terima.

Tulang-tulang yang ditemukan, lanjut Grossschmidt, memiliki konsentrasi kalsium sangat tinggi daripada populasi umum. “Sekuat apapun benda yang melindungi tubuh mereka dari pukulan benda tajam atau tumpul secara bertubi-tubi, hal itu akan membuat tubuh mereka mengalami keretakan, terutama pada tulang-tulang,” ujarnya. (syafik).

3 responses to “Para Gladiator Lebih Suka Sayuran Dibanding Daging

  1. mhh jadi gladiator banyak yang vegetarian juga ya, makan bayam langsung jadi kuat ototnya keluar seperti popeye…hehehe

  2. hemmm hebat2, untung q jg suka sayur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s