Punya 26 Jari, Daniel Si Kucing Membawa Berkah


Daniel si Kucing yang punya 26 jari. (foto: http://www.geekologie.com)

Berapa jumlah jari Anda? Lima di tangan kiri, lima di tangan kanan, lima di kaki kiri dan lima di kaki kanan. Jumlahnya ada 20 jari. Tetapi ada beberapa orang yang punya lebih dari 20 jari. Lalu berapa jumlah jari kucing? Bingung? Jumlah totalnya ada 18 jari, masing-masing lima di kaki kiri dan kanan depan, serta masing-masing empat di kaki bagian belakang.

Itu sudah umum. Lalu bagaimana bila kucing punya 26 jari? Percayakah Anda? Itulah faktanya. Ada seekor kucing mempunyai 26 jari. Masing-masing enam di kaki kiri, dan masing-masing tujuh di kaki kanan. Nama kucing itu Daniel. Ia mempunyai jari ekstra di setiap kakinya, baik depan maupun belakang, akibat mutasi genetik bernama polidaktilisme.

“Saya selalu memiliki keyakinan kuat bahwa ada alasan di setiap kejadian di dunia, termasuk juga ini,” ujar pemilik MARC, Amy Rowell, seperti dikutip Telegraph. Wanita itu menemukan Daniel di pusat kontrol hewan ketika ia bermaksud mengadopsi kucing lain, pada Oktober lalu. Saat ia membungkuk ke kandang Daniel, kucing itu menjulurkan tapak kakinya dan menepuk kepalanya.

Kucing ini juga punya 26 jari. Lihatlah jumlah jari kaki dan tangannya. (foto: flickr)

“Ia seperti jelas berkata, ‘Saya butuh diselamatkan, saya ingin menjadi temanmu, beri perhatian padaku,” tutur Amy, menirukan kira-kira begitu maksud si kucing. “Dan ketika tanda itu begitu kentara kami tak akan mengabaikan itu,” imbuhnya.

Kelebihan jarinya ini membawa anugerah bagi Pusat Penyelamatan Binatang Milwauke (MARC). Setidaknya, kelebihan jari yang dimiliki kucing itu bisa dimanfaatkan MARC untuk menggalang dana demi merelokasi fasilitas gedung baru. Hasil yang didapatkan sungguh fantastis, MARC berhasil menggalang dana hingga 80 ribu dolar AS.

Kegiatan utama MARC adalah mengadopsi hewan-hewan yang tak diinginkan oelh banyak orang. Awalnya Daniel pun ditawarkan untuk bagi para pengadopsi yang berminat, namun Amy akhirnya memutuskan untuk memelihara si kucing di fasilitas MARC sebagai maskot.

Si kucing berjari 26 itu pun tidak terlihat terpengaruh dengan kondisinya. Ia tetap beraktivitas dengan lincah laiknya kucing biasa. “Ia berlari dan bermain juga memanjat. Ia mencakar-cakar dan mengasah kuku, ia sama sekali tidak terlihat terganggu,” kata Amy.

Lihat videonya :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s