Evolusi Panjang Si Kulit Bundar


Jika melihat awal mulanya, permainan sepak bola tidaklah semeriah sekarang. Jangankan menyaksikan aksi Ronaldo yang menawan, atau dribbling bola ala Messi yang fenomenal, atau gaya scorpio (kalajengking) ala Rene Higuita, kiper Kolombia, maupun sundulan bola yang mematikan dari para striker lapangan hijau, dulunya para pemain bola tak mungkin bisa melakukan hal itu sedemikian lincahnya. Sebab, bolanya bukan bundar seperti sekarang, melainkan seperti kotak persegi empat yang sedikit memiliki lengkungan.

Parahnya lagi, bukan hanya bola yang mereka jadikan alat untuk ditendang, melainkan tengkorak juga. Bagaimana rasanya ya? Tentu saja kalau menendang tengkorak rasanya sakit. Tapi, karena sudah hobi, ya mereka tetap enjoy saja.

Euro 1972 - Telstar Mexico. Bola ini dipakai pada gelaran Piala Dunia 1970 dan juga di Euro 1972. Telstar sudah dilapisi polyurethane, senyawa plastik guna melindungi kulit bola agar tidak mudah rusak terkena air. (foto-foto: dok bola.net)

Seiring dengan perkembangannya, bola yang ditendang para pemain itu telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Bahkan, bukan hanya satu dua kali, tapi berkali-kali. Sedikitnya sudah lebih dari 10 kali si kulit bundar mengalami revolusi.

Sejak pertama kali ditemukan pada abad ke-3 sebelum masehi (206 SM), permainan sepak bola yang dikenal dengan nama Tsu Chu di Tiongkok itu, menggunakan bahan kulit. Tentu saja desainnya tidak sebagus sekarang.

Euro 1974 - Telstar. Bola ini juga digunakan pada perhelatan Piala Dunia 1974. Bola ini dilapisi oleh bahan yang diberi nama Durlast, yang pada saat itu menjadi penemuan termutakhir untuk bisa mengurangi serapan air pada bola.

Sedangkan perubahan yang cukup drastis dalam perkembangan si kulit bundar adalah tahun 1863 M. Tahun inilah dimulainya dikenal bola yang cukup modern. Evolusi bola dilakukan oleh Charles Goodyear. Dari namanya, tentu banyak pembaca yang sudah mafhum siapa dia. Goodyear berhasil menemukan karet vulkanisir untuk membuat bola melalui proses kimiawi yang sangat hebat. Karet yang biasa digunakan untuk membuat ban, ia kembangkan sebagai bahan baku membuat bola. Tak hanya untuk sepak bola, tapi juga bola basket.

Euro 1980 - Tango River Plate. Corak pada bola ini mungkin bisa dikatakan sebagai corak yang paling lama bertahan. Bola ini juga dipakai pada Piala Dunia 1978 dengan desain baru yang lebih menarik dan unik. Bola ini dibuat lebih tahan air dibandingkan generasi sebelumnya, corak yang digunakan di bola ini juga bertahan hingga tahun 2000.

Kendati sudah mengalami evolusi yang luar biasa, namun tetap saja bola yang digunakan masih dirasa tidak nyaman. Sebab, karet yang digunakan untuk membuat bola itu, hanya bisa dijadikan lapisan bagian dalam, tidak di luar. Karena itu, kulit tetap digunakan di bagian luarnya. Artinya, tetap saja kulit menutup bagian karet.

Karena kondisi ini, maka saat pertandingan digelar di siang hari yang cuacanya buruk, misalnya hujan, bola menjadi sangat berat. Sebab, karet yang digunakan menyerap air. Lalu, dibuatlah pembatas dengan memberikan sedikit serat supaya ada udara di bagian dalam. Namun, keberadaan jalur udara untuk memompa bola berupa jalinan tali penutup pun, sering membuat pemain mengalami cedera.

Euro 1984 - Tango Mundial. Ini merupakan bola pertama yang bukan terbuat dari kulit dan dipakai di ajang Euro.

Barulah pada tahun 1950, evolusi bola mengalami kemajuan, yakni penemuan teknologi pentil, yakni alat untuk memompa bola. Penemuan teknologi ini membuat bola tidak lagi memerlukan jalinan tali penutup.

Maka sejak saat itu, evolusi si kulit bundar terus mengalami evolusi. Pada tahun 1986, saat digelarnya Piala Dunia di Meksiko, bahan untuk membuat bola tak lagi berat jika terkena air. Karenanya, para pemain pun semakin mudah mengontrol bola, baik dengan kaki, paha, kepala, maupun dada.

Euro 1988 - Tango Europa. Tak hanya memakai bahan dari kulit sintetis, bola ini juga dilapisi oleh polyurethane agar tidak mudah menyerap air.

Lalu pada tahun 1994, saat Piala Dunia digelar di Italia, FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia, menggunakan teknologi polyurethane untuk menjadi bola kedap air dan memiliki akselerasi tinggi saat ditendang. Kemudian pada tahun 2006, panel-panel yang membentuk bola tidak lagi dijahit, melainkan disatukan.

Lalu pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, si kulit bundar kembali kembali evolusi. Teknologi Jabulani digunakan untuk mengembangkan si kulit bundar menjadi lebih nyaman dipakai pemain. Walau sebelumnya mendapat kritikan karena dinilai sedikit terlalu berat dari biasanya, namun ia tetap digunakan.

Euro 1992 - Etrusco Unico. Desain pada bola ini diinspirasi oleh kepala singa dalam sejarah Etruscan.

Pada Euro 1996 digunakan Questra Europa. Mawar Inggris dan emblem di seragam tim Inggris, three lions menjadi inspirasi dari corak bola ini.

Sementara itu, pada Euro 2000, digunakan bola jenis Terrestra Silverstream. Bola ini ditambah dengan busa agar permukaan menjadi lebih empuk, sementara desainnya diinspirasi oleh aliran sungai serta laut yang mengelilingi Belanda dan Belgia.

Euro 2004 – Roteiro. Sejarah kembali tercipta di gelaran Euro. Bola ini adalah bola pertama yang tidak dijahit pada proses pembuatannya. Bola ini juga diklaim lebih kuat dan tahan air. Sementara desain dan namanya terinspirasi dari Vasco da Gama.

Euro 2012 - Tango 12

Euro 2008 – Europass. Bola ini adalah pengembangan berikutnya dari Roteiro, permukaannya lebih enak dipegang oleh kiper. Sedangkan desainnya terinspirasi dari Telstar.

Euro 2012 – Tango 12. Desainnya mirip sekali dengan bola klasik Tango yang digunakan pada awal 1980-an. Sementara teknologinya sendiri merupakan pengembangan dari Europass. Warnanya terinspirasi dari warna bendera tuan rumah, Polandia dan Ukraina.

Karena itu, kita takkan heran dengan perkembangannya. Selagi olahraga ini menjadi kegemaran banyak manusia di bumi, maka selama itu pula si kulit bundar akan mengalami evolusi mencari bentuknya yang terbaik. (syafik).

One response to “Evolusi Panjang Si Kulit Bundar

  1. I really appreciate your site. Thank you for your insights and guidance.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s