Ragam Jenis Menara Masjid di Dunia


Ragam tipe menara masjid (foto: planetware.com)

Ada jutaan masjid di dunia ini. Model dan bentuknya pun bermacam-macam. Lain wilayah, lain pula bentuknya. Masing-masing menampilkan kekhasannya. Ada yang model umum seperti mercusuar, octagonal, persegi empat, hingga bentuk spiral.

Di awal perkembangannya, gaya arsitektur menara Masjid Damaskus dan Masjid Nabawi telah menjadi trend-setter. Pola menara kedua masjid itu telah direplikasi dan dicontoh masjid-masjid hingga berbagai penjuru negeri Muslim melintasi dataran Arab hingga ke Andalusia.

Dalam perkembangannya, desain arsitektur menara masjid pun menjadi beragam. Gaya dan bentuk menara itu biasanya disesuaikan dengan budaya dan kondisi wilayahnya. Secara umum terdapat lima bentuk dan gaya menara masjid, yakni menara klasik, menara variasi, menara segi empat, menara spiral, dan menara silinder.

Masjid Aswan di Mesir (wikimedia)

Menara klasik memiliki desain yang khas. Lantai dasarnya berbentuk segi empat, naik ke atas menjadi oktagonal (segi delapan) dan kemudian diakhiri dengan tower silinder yang dipuncaki dengan sebuah kubah kecil. Menara Masjid Mad Chalif di Kairo yang dibangun Khalifah Al-Hakim dari Dinasti Fatimiyah menggunakan desain menara klasik.

Masjid Al-Azhar menggunakan menara dengan desain variasi. Diawali dengan segi empat di bagian bawah, lalu bertransformasi menjadi segi enam yang dihiasi dengan balkon segi delapan. Lain Mesir, lain pula Iran. Di negeri para Mullah ini, sebagian besar menara masjidnya menggunakan menara silinder dengan diameter silinder yang semakin mengecil di puncak menara. Salah satu contohnya, menara Masjid Natanz.

Masjid Hassan II, casablanca, Maroko (foto: wikimedia)

Menara segi empat, salah satunya digunakan di Aleppo wilayah Mediterania. Uniknya, menara Masjid Aleppo menerapkan tren baru. Sepenuhnya berbentuk segi empat dari dasar hingga puncak. Menara yang dibangun oleh penguasa Turki Seljuk pada 1089 ini menggunakan batu bata sebagai material utama. Sebagai tren baru, tidak ada kubah di puncak menara. Hasan bin Mufarraj, arsitektur yang merancangnya, memberikan sentuhan baru dengan meletakkan muqarnas di puncak menara setinggi 46 meter ini. Muqarnas tersebut menyerupai galeri dan berfungsi sebagai tempat muazin. Di antara beragam gaya dan desain menara, hanya menara spiral yang jarang direplikasi dan terapkan oleh menara-menara masjid di dunia.

Menara Masjid Agung Samarra (dok. wikimedia)

Bentuk khas menara spiral digunakan di masjid-masjid di Irak yang mengadopsi tradisi dalam bangunan menara Mesopotamia. Masjid Samarra dan Masjid Dullaf adalah masjid di Irak yang memiliki menara berbentuk spiral. Bisa dikatakan kedua menara ini sebagai peninggalan arsitektur yang memberikan kesan bahwa perhitungan geometri para arsitek pada masa itu sudah sangat akurat. Kedua menara masjid itu bahkan hingga sekarang masih tegak berdiri walaupun sudah berusia 1.200 tahun. Masjid lain yang juga memiliki menara spiral adalah Masjid Ibnu Tulun di Fustat, Mesir.

Gaya dan arsitektur berkembang luas tergantung pada wilayah dan zamannya. Di Turki pada abad ke-11, jumlah menara pada masjid bervariasi mulai 1, 2, 4, atau 6. Menara itu berhubungan dengan ukuran masjid. Minaretnya berbentuk langsing dan bundar.

Menara Masjid Baitul Futuh, London (wikimedia)

Di Mesir dan Syiria pada abad ke-7 hingga 13, menara yang digunakan berbentuk segi empat dan tak terlalu tinggi serta terletak di empat sisi masjid. Satu-satunya minaret berbentuk oktagonal yang terkemuka terletak di Chefchaouen Cina bernama Emin Minaret yang dibangun pada 1778 oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing.

Kawasan Eropa Keanekaragaman bentuk menara juga bisa ditemui pada bangunan masjid-masjid di negara-negara Eropa. Umumnya, bentuk menara masjid di kawasan Eropa ini banyak terinspirasi oleh bangunan masjid di sejumlah negara-negara Muslim. Grande Mosquee de Paris atau Masjid Raya Paris adalah salah satu bangunan masjid yang masuk kategori ini.

Dari kejauhan, bentuk menara masjid kebanggaan Muslim Kota Paris ini mirip dengan menara Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Menaranya berbentuk segi empat dan dilapisi keramik hijau toska ini mengadopsi kaidah Mazhab Maliki. Pada keramik-keramik tersebut, dapat dilihat kerumitan tatanan dinding yang berwarna abu-abu. Di dalam bangunan menara, terdapat sebuah tangga menuju bagian puncak menara.

Menara Masjid Wangen Bei, Swiss

Menara segi empat juga banyak ditemui pada bangunan masjid di wilayah Mediterrania. Salah satunya adalah menara Masjid Agung Sevilla (yang disebut Menara Giralda). Menara ini pernah berfungsi sebagai menara lonceng katedral seiring dengan lahirnya kekuasaan Kristen di Spanyol.

Sementara Masjid Schwetzingen di Jerman, memiliki menara silinder dengan diameternya yang semakin mengecil di puncak menara. Menara seperti ini banyak ditemui pada bangunan-bangunan masjid di negeri-negeri yang pernah dikuasai oleh Kesultanan Turki Usmani (Ottoman).

Selain bentuk menara klasik, menara segi empat, dan menara silinder, banyak juga di antara bangunan menara yang mendepankan perpaduan ketiga bentuk tersebut ataupun membentuk pola desain baru yang belum pernah ada sebelumnya. Masjid Agung Roma di Italia, misalnya, memiliki sebuah menara berbentuk pohon palem setinggi 40 meter.

Menara Masjid Xi'an, Cina (flickr)

Masjid Banya Bashdi di Kota Sofia, Bulgaria, terkenal karena menara yang tinggi menjulang ke langit yang dimilikinya. Jika dilihat sekilas, bentuk menara Masjid Banya Bashi ini seperti sebuah pensil tulis. Penggunaan batu bata merah membuat bangunan menara ini terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan tinggi lainnya di kawasan Boulevard Maria Luiza yang berada di pusat Kota Sofia. (syafik).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s