Kayu Mimbar Tertua Berasal dari Jawa


Mimbar Masjid Qatbai, di Kairo, Mesir. (www.islamic-art.com)

Bagi umat Islam, keberadaan mimbar merupakan salah satu instrumen terpenting dalam sebuah masjid. Mimbar dipergunakan untuk tempat berpidato atau menyampaikan khutbah. Bentuknya pun beragam, ada yang model berundak (bertingkat) maupun berbentuk podium. Semua masjid di dunia ini, tampaknya terdapat mimbar. Apalagi di Indonesia, mimbar bagian yang tak terpisahkan dengan masjid.

Nah, tahukah kalian semua, bahwa sesungguhnya mimbar (dalam bentuknya yang sangat sederhana) sebenarnya sudah mulai dipergunakan sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika itu, saat akan menyampaikan khutbah dihadapan para sahabatnya di Masjid Nabawi, Madinah, beliau bersandar disamping pohon kurma sambil memegang sebuah tongkat. Dari sini kemudian, dikembangkan mimbar yang lebih baik. Dalam perkembangannya, di masa Rasul ini, dibuatlah mimbar bertingkat tiga. Dan sebelum menyampaikan khutbah, Rasul duduk ditingkat yang ketiga, sedangkan kaki beliau berjuntai ke tingkat yang kedua.

Di zaman Abu Bakar as-Shiddiq, mimbar masih dipergunakan. Namun yang membedakan, Abu Bakar hanya duduk di tingkat yang kedua dan kakinya berjuntai ke tingkat pertama. Begitu juga di zaman Umar bin Khattab. Namun Umar duduk ditingkat pertama dan kakinya menyentuh lantai. Saat ditanyakan alasannya, Abu Bakar menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lebih tinggi atau sama dengan Rasul. Sedangkan Umar menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lebih tinggi atau sama dengan Abu Bakar. Karena itu keduanya memilih tingkat yang paling rendah sebagai penghormatan kepada Rasul.

Dalam perkembangannya kemudian, mimbar dibuat dengan bentuk yang semakin menarik. Mulai dari zaman Umar bin Abdul Aziz di masa Kekhalifahan Umayyah. Lalu berkembang ke zaman Abbasiyah dan hingga saat ini di seluruh dunia.

Inilah mimbar Masjid Agung Kairouan di Tunisia. (www.islamic-art.com)

Namun, tahukah kalian bahwa mimbar tertua yang masih ada sampai saat ini adalah mimbar Masjid Agung Kairouan yang ada di Tunisia. Seperti ditulis Jonathan M Bloom dalam artikelnya di Saudi Aramco World terbitan Mei-Juni 1998 dengan berjudul The Masterpiece Minbar yang dikutip dari laman islamic-arts.org, kayu mimbar tertua itu berasal dari Pulau Jawa, Indonesia. Kayu yang dipakai untuk membuat mimbar itu berasal dari Jawa. Namun, tepatnya dari daerah mana, Jonathan tidak menyebutkannya. Hanya saja, ia menulis, mimbar itu dibuat pada abad ke-9 Masehi.

Sebagai orang Indonesia, sudah tentu kita bangga, karena sejak dulu kita sudah dikenal hingga ke Afrika Utara. Ini menunjukkan, Indonesia sangat terkenal dengan kayunya. Terbukti, untuk membuat mimbar saja, kayunya diimpor dari Indonesia. (Syafik).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s